34Âșc, Sunny
Halo... Berita hari ini 01-Apr-2026 23:54:03
Surakarta, 4 Oktober 2025 — Asosiasi Pengelola Jurnal Indonesia (APJI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan mutu publikasi ilmiah nasional. Pada Sabtu, 4 Oktober 2025, APJI bekerja sama dengan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta dalam penyelenggaraan Workshop Akreditasi Jurnal Nasional yang berfokus pada peningkatan pemahaman pengelola jurnal terhadap standar akreditasi SINTA.
Kegiatan ini melibatkan para pengelola jurnal dari berbagai fakultas di UNISRI dan difasilitasi langsung oleh tim pendamping APJI. Materi yang disampaikan mencakup tata kelola Open Journal System (OJS), penyusunan kebijakan editorial, hingga evaluasi kualitas naskah publikasi. Peserta mendapatkan arahan teknis yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan jurnal yang sedang dalam proses akreditasi.
APJI memberikan penjelasan menyeluruh mengenai berbagai aspek penting dalam penilaian akreditasi, termasuk keteraturan penerbitan, manajemen naskah, serta peningkatan visibilitas artikel melalui indeksasi. Melalui pendekatan ini, peserta dapat memahami langkah-langkah strategis untuk memperbaiki dan memperkuat sistem pengelolaan jurnal secara berkelanjutan.
Pelaksanaan workshop berlangsung dengan suasana aktif dan produktif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan self-assessment atas jurnal yang dikelola, dengan bimbingan dari tim APJI. Pendampingan ini menjadi bagian dari proses pembinaan agar jurnal-jurnal kampus dapat lebih siap menghadapi penilaian akreditasi nasional.
APJI menilai bahwa UNISRI memiliki potensi besar dalam pengembangan publikasi ilmiah. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat membantu universitas dalam mencapai target akreditasi yang lebih baik, sekaligus memperluas kontribusi penelitian Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini, APJI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Pendampingan semacam ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akreditasi, tetapi juga membangun budaya publikasi yang berkualitas, transparan, dan berstandar tinggi di lingkungan akademik.