34Âșc, Sunny
Halo... Berita hari ini 07-Mar-2026 6:50:25
Semarang, 3 Juni 2025 - Universitas Teknologi Digital melalui Program Studi Manajemen Informatika D3 bekerja sama dengan Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia (ARTEII) sukses menggelar Seminar Nasional Techphoria: Revolusi Teknologi yang Mengubah Dunia pada Selasa, 3 Juni 2025 pukul 14.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diawali dengan sambutan pembukaan oleh Rektor Universitas Teknologi Digital, Dr. Supriyadi, S.E., M.Si, dan dipandu oleh Lisma Laela Habsy, S.M. sebagai MC serta M. Yusron Fathul Islam, A.Md.Kom sebagai moderator. Seminar ini bertujuan membuka ruang diskusi ilmiah mengenai perkembangan teknologi mutakhir dan dampaknya terhadap dunia kerja, ekonomi digital, hingga interaksi manusia dalam era transformasi digital.
Sebagai keynote speaker, Dr. Nur Alamsyah, S.T., M.Kom., dosen dari Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia, membuka seminar dengan pemaparan yang menggarisbawahi bagaimana kemajuan teknologi digital secara masif telah membentuk ulang berbagai aspek kehidupan. Ia menekankan pentingnya literasi teknologi di kalangan akademisi dan masyarakat dalam menghadapi revolusi industri digital yang semakin cepat, terutama dengan hadirnya AI, blockchain, hingga metaverse sebagai inovasi disruptif.
Narasumber pertama, Siti Kania Kushadiani, S.T., M.Kom., periset dari Pusat Riset Sains dan Data BRIN, menyampaikan materi berjudul “Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Pekerjaan: Adaptasi atau Eliminasi?”. Ia membahas secara mendalam bagaimana kecerdasan buatan mengubah struktur dunia kerja dan memunculkan tantangan baru bagi tenaga kerja konvensional. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa adaptasi terhadap keterampilan baru menjadi kunci bertahan di era otomatisasi dan digitalisasi yang semakin meluas.
Narasumber kedua, Mohammad Syafiuddin Usman, S.T., M.Kom., dosen Universitas Teknologi Digital, membawakan materi bertema “Blockchain dan Web3: Membangun Ekonomi Digital yang Lebih Transparan dan Aman”. Ia memaparkan bagaimana teknologi blockchain, melalui pendekatan desentralisasi, memiliki potensi untuk merevolusi industri keuangan, logistik, dan perlindungan hak digital. Penekanannya pada transparansi dan keamanan data memberikan perspektif baru tentang pentingnya mengadopsi teknologi ini secara strategis di berbagai sektor.
Narasumber ketiga, Novita Anggraini, S.Kom., M.Kom., dosen Informatika Universitas Teknologi Digital, mengangkat topik “Quantum Computing: Mengubah Paradigma Kecepatan dan Keamanan Data”. Ia menjelaskan bagaimana komputasi kuantum mampu memberikan lompatan besar dalam proses pengolahan data yang kompleks serta meningkatkan efektivitas sistem enkripsi. Dalam paparannya, ia juga menyoroti potensi quantum computing dalam bidang riset, kesehatan, dan teknologi masa depan.
Narasumber keempat, M. Yudhi Rezaldi, Ph.D, periset dari BRIN, menyampaikan materi “Metaverse dan Masa Depan Interaksi Digital: Evolusi atau Ilusi?”. Ia mengulas secara kritis bagaimana konsep metaverse akan mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan bersosialisasi. Selain membahas potensi imersif dari ruang virtual ini, ia juga menyoroti berbagai isu yang muncul, seperti batasan etika, regulasi, serta tantangan privasi dalam ruang digital berbasis avatar tersebut.
Sebagai penutup sesi pemaparan, Mamok Andri Senubekti, S.Kom., M.Kom., Ketua Program Studi Manajemen Informatika Universitas Teknologi Digital, membawakan materi bertajuk “Revolusi 6G dan Masa Depan Konektivitas Global”. Ia memaparkan bagaimana jaringan 6G akan membawa perubahan besar terhadap kecepatan komunikasi, konektivitas real-time, serta integrasi teknologi yang lebih canggih dalam kehidupan sehari-hari. Dengan 6G, ia menegaskan, dunia akan bergerak lebih cepat menuju era digital yang terhubung secara total dan tanpa batas.
Seminar nasional ini berlangsung secara interaktif dan mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui kegiatan ini, Universitas Teknologi Digital dan ARTEII berhasil menciptakan ruang kolaboratif bagi para akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk memahami serta merespons revolusi teknologi yang tengah berlangsung, sekaligus memperkuat komitmen pendidikan tinggi dalam menyiapkan SDM unggul di era transformasi digital.